Senin, 13 Februari 2012

Pemancing Ikan

Suatu hari ada empat orang yang ingin libur memancing, mereka semua bertemo dengan satu kolam ikan yang sama, tentu jarak mereka berjauh-jauhan ada yang di sebelah barat, utara, timur, maupun selatan.
Di sebelah barat ada seorang yang bernama Udin, ia memancing dengan begitu sabar, satu persatu ika yang diperolehnya ia masukkan ke kranjangnya, tak perduli mau lama ataupun sebentar ikan yang mampir di kailnya.
Di sebelah utara ada seorang yang bernama Akim, pada setiap kali ia memancing kailnya selalu terkena teratai, sampai-sampai ia ngomel diri sendiri, "Sial ni teratai, bukannya ikan yang kena eh malah teratai".
Di Sebelah timur ada seorang yang bernama Hamim, setiap kali kailnya ia masukkan ikan ga ada yang mau mampir di kailnya padahal terlihat olehnya ikan berseliweran di tempatnya, langsung ia ngomong "sial ni ikan nongol doang tapi gak mau makan kail saya".
Sebelah selatan ada seorang yang bernama Gany, setiap kali ia memancing kailnya selalu disambar ikan tapi tidak ada ikan yang menyangkutnya, "wah apes ni harus dijampe ma diludahin kali ni kailnya" udah beberapa kali hasilnya sama saja nihil ga ada ikan yang dapat di kailnya cuma makanan ikannya doang.

Sahabat! Pancing boleh beda tapi kolam tetap sama bagitulah gambaran kita, kadang kita menyalahkan Ijasah  yang tidak bisa digunakan untuk kerja, kadang kita menyalahkan anak kita yang selalu nakal, tidah bisa diatur, kadang kala kita menyalahkan diri sendiri. Lihat si Udin betapa ia sabar dalam menjalani kehidupan ini dan ia yakin bahwa apa yang diperolehnya merupakan karunia dari Allah dan tidak pernah ia bosan dalam memancing rizkinya Allah swt. kembali ke kisah si Udin.

di tengah perjalanan pulang si udin melihat ada orang bawa ember berisikan air kotor sekali lalu ia membuangnya di kolam itu, tanggapan si udin "wah ni orang kayaknya buang makanan buat ikan nih" adapun tanggapan yang lain berbeda "gara-gara orang ini nih ikannya ga mau kena, bikin kolam keruh aja". lalu si pembuang air itu kembali ke kolam untuk memasukkan lagi air yang ia bawa, pada tengah perjalanan ada pengemis yang kehausan, lalu ia meminta air pada si pembuang air itu "pak tolong saya, saya haus sekali kalau tidak minum saya bisa mati" "tapi pak airnya keruh sekali" "ga apa-apa dek, kakek haus sekali" lalu si pembuang air itu menyerahkan pada kakek tersebut, si Udin beranggapan "Subhanallah, Rizki Allah Ada Pembagiannya, Alhamdulillah hari ini aku dapat ikan".
Sepulangya di rumah ia ingin sekali memasak ikan yang ia pancing itu, kemudian ia pun menggorengnya. Ternyata di ruang tamu ada seekor kucing yang lagi curhat sama Tuhannya : Ya Allah aku ini makanannya Ikan sedang ikan ada di laut, laut itu air semuanya aku ini paling takut sama air bagaimana aku bisa makan yah? sebelum dijawab si udin meletakkan ikan di meja makannya, ketika mau makan oh ternyata ia kelupaan kecap ma sambalnya di dapur lalu ia pun mengambilnya, si kucing pun lalu melirik ikan itu "oh ternyata ini jawabannya, Terima Kasih Tuhan aku semakin yakin akan rizkiMu" kata si kucing.
akhirnya si udin makan nasi sama sambal si kucing makan ikannya.
Mudah-mudahan Bermanfaat, Ambil dan Simpan Baiknya buang dan lupakan buruknya.
Wassalam

Tidak ada komentar: