Kamis, 02 Juli 2015

Qiyamu Ramadhan

Duhai sahabat budiman...
Qiyamu Ramadhan, ramadhan yang pada malamnya banyak diisi akan berbagai amaliah ibadah. Padanya dicurahkan berbagai limpahan Rahmat dan Barokah Nya Allah Swt.
Semoga kita mau terus berupaya dalam ikhtiar ta'at yang UTUH sebagai Muslim di bulan yang penuh kebaikan ini.. Aamiin.

Banyak dianjurkan oleh Islam, amaliah ibadah sunnah (tentu pula bersama yg wajibnya) yang mesti kita kerjakan pada malam-malam di bulan Ramadhan. Diantaranya...
- sholat sunnah tarawih;
- tadarus Al-Qur'an;
- sholat sunnah qiyamul lail/ 1/3 malam (atau Witir pelengkap, sebagaimana Rasulullah Saw tak kurang 11roka'at sholat witir tiap2 malamnya).
- dzikir (tasbih, tahmid, sholawat, dll)
- ta'lim (menuntut akan ilmu agama).
- serta amaliah sunnah lainnya.

Sahabat, mengutip dari nasehat ulama di suatu majelis ilmu..
Jadilah kita Muslim yang UTUH di bulan Ramadhan yang Agung ini.
Kenakanlah BAJU Ramadhan kita di tiap2 hari ramadhan yg kita lalui, yakni dengan berPUASA
Kenakanlah CELANA Ramadhan kita di tiap2 hari ramadhan yg kita lalui, yakni dengan sholat sunnah TARAWIH. Jangan kau kenakan pakaianmu pada yg sebahagiaan saja. Apakah kau ingin berjalan dg Baju saja..?!, ataukah kau ingin berjalan di ramadhan dg Celana saja...!?. Tentulah tak ingin kita akan yg demikian. Lebih2 tak kau kenakan kedua-duanya, bertelanjang..!!!???. Sungguh merugi yg demikian.. BerPUASA dan TARAWIH lah kita bersama.
Bila telah kau kenakan pakaian ramadhan mu, maka harumkanlah dengan wewangian. Yakni dg tadarus Al-Qur'an, minimal 1 ain saja.(begitu teman sholeh kami berpesan).
Setelah pakaian kau kenakan, wewangian engkau tebarkan. Maka baik pula kau kenakan aksesoris dan perhiasan ramadhan, yg juga memiliki nilai amat tinggi. Bahkan memang bernilai sangat tinggi di mata Allah swt, yakni dzikir dan ta'lim (menuntut akan ilmu agama).
Demikian itu tak lain, agar makin utama dan besar peluang kita, untuk dapat di terima segala amaliah ibadahnya kepada Allah Swt.

Duhai sahabat muslim, tak mudah menjadi muslim yang UTUH dalam ta'at dan taqwa kepada Allah swt. Berat, letih, kantuk, dan lain sebagainya yang akan menerjang kita. Terlebih memang DIRI kita adalah mahluk yg memiliki banyak dosa dan masih dalam kebodohan.
Duhai sahabat yakinlah akan sifat ke Maha Kasih Nya Allah Swt. Bersyukurlah jika engkau telah mau mulai dan terus berupaya ta'at. Sebab insya Allah yg demikian sebagai bahagian dari tanda-tandaNya bahwa Dia pun ingin engkau dekati, dan ingin pula MenDekat akan kita. Aamiin yaa robbal'alaamiin.

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
#MLA

Hikmah Al-Qur'an pada Bakul Arang

Sahabat..! Bacalah Al Qur’an….. mau faham atau tidak artinya, tetap saja membaca Al qur’an bernilai ibadah yang sangat tinggi….

Lalu, apa gunanya kita membaca AlQuran dalam bahasa Arab, kan kita tak mengetahui artinya, ???????

Oh.. biar pun tak mengerti pasti banyak manfaatnya…..

Manfaat bagaimana ??????
Ane mau cerita dulu yaah…. Nanti ane jawabnya…..

Konon, ada seorang lelaki Muslim yang telah tua tinggal di sebuah ladang di pinggiran sebuah bukit bersama seorang cucunya yang masih kecil.

Setiap pagi, selepas sholat shubuh, sang kakek ini duduk di meja dapurnya sambil membaca Al-Qur'an. Cucunya yang gemar meniru perbuatan kakeknya dalam banyak perkara juga membaca Al-Qur'an yang telah dihadiahkan dan diajarkan kepadanya.

Suatu hari si cucu bertanya, "kek! aku coba baca Qur'an kaya kakek tapi Aku tak mengerti maknanya dan apa yang aku tak mengerti Aku cepat lupa jadinya. sebaiknya aku tutup saja Al Qur'an ni. Apa gunanya baca Qur'an yang aku tidak faham artinya itu? "

Kakeknya tanpa menjawab sepatah katapun dari pertanyaan cucunya itu bangun dengan perlahan untuk mengambil sebuah bakul dari rotan yang terikat rapi, untuk menyimpan arang dapur. "Nah, ambil bakul arang itu lalu kau bawa bakul itu ke sungai dan bawa balik air sebakul ke sini."

Cucunya segera ke sungai dan menciduk air sungai dengan bakul arang tersebut.

Malangnya semua air cidukan tadi menetes keluar, tak tersisa barang sedikit pun ketika sampai ke rumah.

Kakeknya tertawa dan berkata, "coba kamu cepat sedikit jalannya agar airnya kamu dapat," dan si kakek menyuruhnya kembali ke sungai untuk kedu kalinya.

Kali ini si cucu berlari kencang, tetapi bakulnya tetap kosong juga tanpa air sedikitpun yang dia bawa ke rumah.

Dengan termengah-mengah, dia memberitahu kakeknya bahwa adalah mustahil untuk bawa air dengan bakul dan dia terus pergi untuk mengambil ember. Kakeknya berkata, "kakek tak ingin air dari ember, kakek maunya air dari bakul ini juga.

Lalu si cucu kembali ke sungai, ketika itu, cucunya sudah dapat merasakan bhawa itu adalah pekerjaan yang sia sia, tetapi dia masih mau membuktikan kepada kakeknya, walau dia berlari sekencang kencangnya, airnya pasti habis keluar dan bakulnya tetap kosong.

Lalu Dia pun terus menceduk air sungai dan berlari sekuat tenaga, tetapi ketika sampai di hadapan kakeknya bakulnya sudah kosong tanpa air.

Dengan ngos-ngosan dia berkata, "lihat kek, apa gunanya!?"

Kakeknya berkata lagi, "adalah gunanya, Lihatlah bakul itu."

Cucunya melihat pada bakul itu dan merasakan ada warna lain yang terjadi pada bakul arang itu.

Bakul tersebut sudah berganti dari bakul arang yang hitam kotor menjadi sebuah bakul yang bersih, luar dan dalamnya.

"Cucuku yang tersayang,

itulah yang terjadi bila kita baca Al Qur'an. Kita mungkin tidak mengerti maknanya dan tidak ingat apa yang kita baca, 
tapi bila kita baca terus menerus, meski kita tidak faham artinya, kita akan dibersihkan, luar dan dalamnya.

Itu adalah urusan Allah dalam mengatur kehidupan kita."

Cucunya mengangguk angguk. Dan berkata : Hebat jawaban kakek ini.

Ref. Islam Didaktika Page FB

Selasa, 09 Juni 2015

Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani.(Syeikh Muhammad Arsyad bin As'ad bin Mustafa bin As'ad al-Bantani al-Jawi)


SYEIKH ARSYAD THAWIL AL-BANTANI



Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani-




 



Ulama jihad di Banten
Oleh WAN MOHD. SHAGHIR ABDULLAH

ULAMA yang berasal dari Banten, Jawa Barat, yang paling terkenal ialah Syeikh Nawawi al-Bantani, yang banyak menulis syarah kitab yang semuanya ditulis dalam bahasa Arab. Oleh kerana banyak menghasilkan karya, maka beliau digelar sebagai Imam Nawawi Tsani (Imam Nawawi Kedua).

Mengenai Syeikh Nawawi al-Bantani telah diperkenalkan dalam Ruangan Agama, Utusan Malaysia pada 7 Februari 2005. Artikel ini pula memperkenalkan dua orang ulama Banten yang lain. Yang pertama, Syeikh Muhammad Arsyad bin As'ad bin Mustafa bin As'ad al-Bantani al-Jawi. Nama popularnya ialah Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani.

Dinamakan THAWIL yang berarti panjang kerana ada seorang sahabatnya bernama Syeikh Arsyad Qashir al-Bantani. Qashir bererti pendek. Syeikh Arsyad Thawil dilahirkan di Banten pada Zulkaedah 1255 Hijrah/Januari 1840 Masihi. Riwayat lain menyebut bahwa beliau lahir tahun 1263 Hijrah/1847 Masihi.




KH. Syanwani, Kalapian asal Lempuyang Mursyid Thariqoh Qodiriyah-Naqsyabandiyah Murid Syeikh Nawawi Al Bantani

KH. Syanwani, Kalapian asal Lempuyang
Mursyid Thariqoh Qodiriyah-Naqsyabandiyah
Murid Syeikh Nawawi Al Bantani
 


KH. Muhammad Fakhruddin Al Bantani

Loading...