Kamis, 09 Oktober 2014

MULIAKANLAH IBU MU ...

Sahabat..! Karena doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu…!!!

Dengan mengingat Ibu, hati kita jadi menangis, Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.


BUKANLAH tidak mungkin jika sangatlah banyak orang orang sukses di seluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kenapa ? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.


Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa seorang ibu kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.


Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.
Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada mereka yang ibu nya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.
Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. Jika tidak punya ibu mungkin tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. Jika kita tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna. Jika kita tidak punya ibu barangkali kita hanya bisa membayangkan wajah tulusnya di pikiran kita dan melihat baju-bajunya di lemarinya.
Banyak di antara kita suka mengeluh tentang sifat negatif ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar sukses dunia dan akhirat.


Mungkin di suatu malam beliau pernah mendatangi kita saat tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum bisa menjadi ibu yang baik bagimu” kita mungkin juga lupa di saat kondisi ekonomi rumah tangga kurang baik, ibu rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kira rela tidur dan lantai dan tanpa selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat.


Setelah semua pengorbanan telah diberikan oleh ibu kita selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu kita? Kapan terakhir kita membuat dosa kepadanya? Kapan terakhir kita membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama Sembilan bulan mengandung dengan penuh penderitaan? Oleh karena itu maka berusahalah untuk berbakti kepada orang tuamu khususnya kepada Ibumu. Karena masa depan kita ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan ingat perilaku kita dengan orang tua kita saat ini akan mencerminkan perilaku anak kita kepada diri kita nanti.
Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu.


Wallahu a'lam.


Referensi Taman Ilmu dan Hikmah :
https://www.facebook.com/pages/Islam-Didaktika/226224114114784?fref=nf
www.islamdidaktika.web.id

BERTOBATLAH HINGGA BOSAN BERBUAT DOSA

Sahabat..! Baginda kita Rasulullah saw pernah bersabda "Beramallah dari amal amal semampu kalian, sungguh Allah swt tidak pernah bosan hingga kalian sendirilah yang bosan".

Para arifbillah kerap menangis mendengar hadits ini. Hadits ini sangat indah, sebuah kabar dari Rasulullah saw kepada kita yang mengisyaratkan ternyata Allah itu sangat sayang kepada kita.

Innallaha la yamallu hatta tamalluu (HR> Al Bukhari)
Sungguh Allah tiada akan pernah bosan sampai kalian sendiri yang bosan).
Lalu, Apa maksud dari hadits ini?

Maksudnya adalah bahwa Allah itu tak pernah bosan untuk menunggu taubat kita, Allah terus menunggu dan menunggu hamba-Nya untuk kembali bertaubat tetapi kitalah hamba-hamba-Nya yang justru bosan untuk bertobat kepada-Nya.

Setiap pendosa siapapun dia yang ingin selalu bertaubat, Allah tidak akan bosan untuk menerima taubatnya, sebesar apapun dosanya.

Setiap orang yang bersalah memohon maaf kepada Allah, Allah tidak akan bosan memaafkannya. Kita ini makhluk lemah, siang malam berbuat dosa maksiat, namun Allah tidak akan bosan mendengar doanya.

Hamba yang beribadah siang dan malam, Allah tiada akan pernah bosan untuk menerima ibadah hamba-Nya. Manusia memiliki sifat bosan.

Kita ini bukan nabi yang ma’sum dan bukan pula malaikat yang suci, kita manusia biasa, selalu kalah dari hawa nafsu, pernah melakukan dosa, kita selalu berbuat dosa dan Allah Maha memaklumi hal itu, yang penting apa? yang penting kita mengakui itu, kita akui semua dosa-dosa kita kepada Allah swt. Kita akui segala kelemahan kita dalam melawan hawa nafsu. Kita berusaha untuk bertobat dengan sungguh sungguh menyesali dosa, lalu setelah tobat misalnya kita tergelincir lagi, maka bertobatlah, berdosa lagi bertobatlah lagi, Allah tidak bisa bosan menerima taubat hamba Nya,
karena Allah Maha Tahu Hamba Nya selalu akan berbuat dosa kecuali para Nabi dan Rasul.

Taubat yang sebenarnya adalah menyesali dosa, tak pernah merasa bangga melakukannya apalagi sampai bercerita kesana-sini dengan bangganya. Meminta ampun dan maaf pada Allah, lalu bertekad semampunya untuk tak lagi mengulangi dosa, namun boleh saja sambil berdoa : Wahai Allah, aku bertekad tak lagi mengulangi dosa ini, namun diriku ini penuh kelemahan, aku tak berniat berbuat lagi, namun jika aku terjebak lagi maka itu dari kelemahanku, ampunkan aku wahai Allah, maka aku akan bertobat lagi pada Mu wahai Allah, aku akan buktikan bahwa aku selalu setia pada Mu wahai Allah.

Kita mungkin masih ingat akan syair Abu Nuwas.

"Wahai Tuhanku… aku sebenarnya tak layak tuk masuk surgamuMU, tapi aku juga tak sanggup menahan amuk nerakamu, Karena itu mohon terimalah taubatku ampunkan dosaku, Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar.

Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir, Maka berilah ampunan oh.. Tuhanku Yang Maha Agung. Setiap hari umurku terus berkurang, Sedangkan dosaku terus menggunung. Bagaimana aku menanggungnya.

Wahai Tuhan, hambaMU yang pendosa ini, Datang bersimpuhkehadapanMU. Mengakui segala dosaku, Mengadu dan memohon kepadaMU, Kalau Engkau ampuni itu karena, Engkau sajalah yang bisa mengampuni. Tapi kalau engkau tolak, kepada siapa lagi kami memohon Ampun selain kepada Engkau.”

Kita ini layaknya selalu bertobat hingga bosan berbuat dosa, bukan selalu berdosa hingga bosan bertobat.

Yang tidak boleh apa? yang tidak boleh adalah sudahlah berbuat dosa namun tak pernah sadar, tak pernah mau bertaubat, malah merasa bangga dengan perbuatan dosanya itu, ini kesombongan.

Semoga Allah menjaga kita dari sifat sombong. Aamiin.
Semoga bermanfaat
Wallahu a’lam.


Referensi :
https://www.facebook.com/pages/Islam-Didaktika/226224114114784?fref=nf

Sabtu, 04 Oktober 2014

Hikmah Monyet yang Ter Perangkap

Islam Didaktika

Sahabat..! Malam ini, malam Arofah, malam semstinya kita dapat mengenal Semua
Semua yang diciptakan oleh Allah layak dikonsumsi…… hanya ada yang bisa dikonsumsi oleh lidah…. Sehingga hukum mengatakan halal. Dan Ada pula yang bisa dikonsumsi oleh akal, sebagai bahan perenungan….. sebagai ‘ibroh bagi yang mau merenunginya….. misalnya MONYET…. hukumnya haram untuk dimakan… Namun ada banyak nasehat dibalik penciptaannya….

Konon, disebuah desa, hiduplah penduduk dengan kebiasaan gemar menangkap monyet dalam keadaan hidup. Monyet ini ditangkap bukan untuk di makan, melainkan untuk di jual dalam keadaan hidup kepada kelompok sirkus topeng monyet, untuk digunakan dalam pertunjukkan tentunya. Cara penangkapannya sederhana saja, namun unik. Para penduduk umumnya hanya menggunakan kaleng cat bekas yang diisi dengan sisir-sisir pisang. Kaleng di isi pisang lalu ditutup dan diikat dibagian atasnya. Setelah ditutup, tutupnya dilobangi seukuran tangan monyet bisa lolos dilobang itu.
Perangkap ala kadarnya itu dibawa ke pinggiran hutan, dan dimasukkan kedalam tanah yang digali. Perangkap ditanam, namun lobang tutupnya dibiarkan dalam keadaan terbuka, tidak di timbun tanah.
Para penduduk biasanya melakukannya di sore hari. Setelah di rasa cukup rapi dengan aroma pisang yang cukup tercium, perangkap pun ditinggalkan selama semalaman.
Pada pagi harinya, biasanya akan terlihat begitu banyak monyet yang terjebak didalam perangkap-perangkap tersebut. Masing-masing monyet dalam keadaan repot, terjebak didalam lobang, berusaha melepaskannya diri dan tangannya.

Kenapa tangannya bisa tersangkut?

Tentu kita sudah tahu jawabnya, monyet-monyet itu pada malam harinya begitu tertarik dengan aroma pisang yang merebak, yang keluar dari dalam kaleng cat. Mereka mencium, mencari, mengamati, mendekat, lalu memasukkan tangan untuk mengambil sisir-sisir pisang yang ada di dalam. Tapi karena tangan monyet sedang dalam posisi menggenggam sisir pisang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya, lalu ia memasukkan tangannya yang sebelah lagi, sehingga membuatnya semakin terjebak dikaleng cat itu.

Selama masih kukuh mempertahankan pisang-pisang itu, maka selama itu pula monyet-monyet itu akan terus terjebak disana. Sebab, kaleng cat yang ditimbun itu terlalu berat untuk diangkat oleh monyet. Jadi,monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !. Ia tak bisa menarik tangannya, tak semudah saat memasukkannya. Sebab disaat memasukkan tangan kedalam kaleng sang monyet melakukannya dalam keadaan tangannya masih kosong, sedangkan disaat menarik tangan, ukuran tangannya sudah menjadi lebih besar karena sedang menggenggam sisiran pisang.
Mungkin kita merasa geli melihat tingkah monyet-monyet yang amat lugu dan luccu itu. Alangkah bodohnya mereka. Kenapa tidak dilepaskan saja pisangnya agar ia bisa menarik tangannya dengan mudah, semudah saat ia memasukkannya?

hahahahahahaha…………………

Kita boleh tertawa geli, akan tetapi, sadarkah kita? mungkin saja kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Yup ……….kadang sikap kita tak jauh seperti monyet itu.
Kita selalu saja bersikukuh mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet mengenggam pisang.

Kita sering memelihara iri, hasud, dan dendam, terasa begitu berat memberi maaf. Mungkin mulut berkata ikhlas, tapi bara amarah dan kesumat masih menyala berkobar di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. dan tak mau melepasnya. Alangkah bodohnya kita, kita bahkan selalu memikul "kaleng kaleng cat" itu ke mana pun kita pergi.
Rasa benci, amarah, dendam, iri, dengki, sakit hati, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan beban seberat itu, kita berusaha untuk terus berjalan, melewati masa, menyusuri waktu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun. Sementara kita tak pernah sadar, bahwa kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Sahabat..!! Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya dan melepaskan pisang-pisang itu dan dia pun akan kembali bebas berkelana di hutan luas bergembira bersama kawannya yang lain, bisa tersenyum lepas tanpa beban amarah dan dendam. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika selalu ingin bertafakkur. Seandainya sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya betul-betul bersih. Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?.

Jadi lepaskanlah sekarang dan kita akan terbebas dari penjara ini dan kita akan bisa menikmati hidup ini dengan lebih indah dan penuh ketenangan serta ketentraman.

Percayalah….!!!!!!

Semoga bermanfaat,
wallahu a'lam

About

">