Tentang Kami :

Indahnya berbagi nasehat, demi hidup makin hidup bermanfaat....

Kami persembahkan kepada kalian Bunga "KEHIDUPAN" yang insya Allah bernilai benar, Indah, Harum dan sarat manfaat ini. Bunga ini dirangkai dari kembang2 Indah nan Harum yang kami petik dan kami rangkai dari TAMAN HIKMAH nan Indah yakni Taman "Islam Didaktika".

Taman Hikmah ini adalah salah satu amanah-Nya yang di sampaikan dan titipkan-Nya melalui Sang Pemelihara dan Perawat Taman, yakni Guru kami yang tercinta Al Ustadz KH. Muhammad Fakhruddin bin Shofyan Al Bantani.

Karenanya, duhai Sahabat DuMay yang baik. Apabila sahabat merasa Taman ini membawa Kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatan bagi kita bersama, maka baik kiranya kita do'a-kan untuk Admin sebagai sang pemelihara dan perawat Taman ini, agar selalu mendapat karunia pertolongan, keselamatan, dan kesejahteraan dari-Nya. Baik untuk kehidupan dunia, lebih2 akhirat kelak.

Semoga dengan demikian Taman Hikmah ini dapat selalu terjaga dan terpelihara, hingga dpt terus membagikan kembang2 kehidupan yg benar, baik lagi membawa manfaat bagi kita bersama.

Wallahu a'lam.

By _#Admin

Jumat, 24 April 2015

Taubat Pintu Kemesraan Bersama Allah SWT.

Duhai sahabat baik yg kita saling kasih dan peduli atas dasar iman dan taqwa. 
Sempatkanlah beberapa saat untuk membaca dan merenungi tulisan al faqir ini, sebab in sha Allah, hal ini amatlah penting bagi kita terlebih diri al faqir. 

Berikut al faqir sampaikan secarik kecil catatan Majelis Ta'lim, yg wajib di ketahui dan diamalkan bagi tiap2 muslim. 



TAUBAT 
Taubat yaitu kembali daripada keburukan kepada kebaikan dengan beberapa syarat yang tertentu, ia merupakan satu dari sepuluh perkara yg menyatakan mengenai ibadah batin (yakni ibadah yg mesti di amalkan oleh hati). 

Sebagaimana Firman Allah S.W.T. yang berarti : ” Dan mohonlah ampun kepada Allah , sesungguhnya ia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”. (Surah Al – Muzammil – Ayat 20) 

Sebab tanpa melakukan ini lebih dahulu, seorang muslim tidaklah dapat diterima segala amal ibadah dzohir nya. Terlebih jika ia berharap dekat/ mesra akan Allah SWT. Sulit. 

Sebab tiap-tiap manusia tdk ada yg luput dari dosa. 
Baik itu dosa lahiriah, maupun dosa batin. 
Baik itu dosa besar, dosa kecil, ataupun dosa kelalaian dan kekhilafan adab / batin kepada Allah swt. 
Dosa memiliki kadar dan tingkatannya tersendiri pada tiap2 manusia. 

Karenanya, bertobatlah seorang muslim, agar amaliah ibadah dpt di terima disisi Nya Allah swt. Dan agar di karunia nikmat iman, yakni nikmat taat dan dekat akan Allah swt. Laksana kenikmatan sepasang kekasih yg selalu ingin berjumpa, berdekatan, dan bermesraan di setiap waktunya. 

Beberapa faedah dan hikmah taubat yaitu : 
* Menghidupkan jiwa yang resah karena dosa. 
* Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
* Meningkatkan ketaqwaan diri. 
* Menolong dari tipu-daya syaitan yang selama ini memerangkap manusia dengan berbuat dosa dan maksiat. 
* Memperolehi keselamatan, kemuliaan, dan anugerah ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam hidup di dunia dan akhirat. 

Taubat, memiliki syarat-syarat yg wajib di penuhi, agar taubat itu dpt diterima Allah swt. Dan syarat taubat ini terbagi kedalam 2 jenis dosa. 
1. Dosa kepada Allah swt; 
2. Dosa kepada sesama 

Syarat-syaratnya yaitu : 
1. Meninggalkan maksiat atau perkara dosa tersebut. (Hijrah/ berhenti berbuat) 
2. Menyesal atas maksiat atau dosa yang telah dilakukan. (Secara sungguh2) 
3. Berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 
4.1. Mengerjakan perkara-perkara fardhu yang telah luput.(seperti sholat fardhu, puasa wajib, dan ibadah2 wajib lainnya) karena ini terkait dosa akan kewajiban kita kepada Allah swt. 
4.2. Mengembalikan hak-hak makhluk yang dizalimi. Atau meminta ridhonya (atau ridho ahli warisnya). Atau beramaliah atas nama mereka yg terdzalimi, atau perbanyak sholat sunnah.

Tuan Guru tercinta juga memberi contoh kisah-kisah, yang kesimpulannya. Di mana seseorang yg masa hidupnya penuh / rajin beribadah, serta tiap-tiap harinya ia rajin menghadiri majelis-majelis ta'lim, tetapi setelah ia meninggal, ia mendapat siksa kubur yg begitu amat dahsyat dan mengerikan. Hal tersebut terjadi hanya karena ia semasa hidupnya sering kesiangan melakukan sholat subuh nya.. Semestinya kisah itu menjadi renungan serius bagi kita bersama. Bahwa apa yg mungkin tampak sepele, kecil, dan ringan itu, sesungguhya membawa dampak/ akibat yg amat besar. 

Begitu hal nya dosa yg berkaitan dg sesama. Baik dosa mendzalimi mereka (berbuat dan berkata-kata sesuatu yg menyakiti mereka, sdg tdk dalam ketentuan syariat yg di benarkan) ataupun...terlebih, dosa yg di sebabkan kita mengambil hak-hak mereka, sdg mereka tdk meridhoi. Dan tidak dalam urusan/ ketentuan syariat yg di benarkan). 
Sungguh, jika di banding-bandingkan, dosa kepada sesama inilah yg paling sulit dan ribet untuk mendapat ampunan Nya. Sebab tdk akan di terima taubat kita, bilamana belum ada maaf dan ridho dari orang-orang yg kita dzalimi. 

Karenanya Tuan Guru kami tercinta, juga menyampaikan ; 
> jangan kita meremehkan, dosa dan kelalaian-kelalaian yg tampak kecil dan sepele bagi kita, sebab sesungguhnya hal itu membawa dampak/ akibat yg amat besar bagi kita. Baik itu di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak. 
> sejahat jahatnya seorang suami adalah, suami yg membiarkan dan tak cemas melihat isterinya dalam kelalaian, terlebih dosa dan kesesatan; 
> sejahat jahatnya seorang isteri adalah, isteri yg membiarkan dan tak cemas melihat suami dalam kelalaian, terlebih dosa dan kesesatan. 
> sejahat jahatnya orang tua adalah, orang tua yg membiarkan dan tak cemas melihat anak-anaknya dalam kelalaian, terlebih dosa dan kesesatan. 

Sahabat baik, demikian dahulu catatan kecil ini al faqir sampaikan, semoga menjadi bahan renungan yg baik, serta dpt di amalkan sekuat mungkin oleh kita bersama, khususnya terlebih al faqir. 

Semoga Pertolongan Allah menyertai derap langkah kita menuju pada ketaatan dan ridho Nya... Amiin ya robbal 'alamiin..

Senin, 13 April 2015

HUKUM ALKOHOL (Oleh : HM. Fakhruddin AI Bantani, SHI)

Perlu diketahui masalah alkohol, sering diperbincangkan ummat terkait hukumnya, terkait hukumnya, apakah suci atau najis, sehingga sangat mempengaruhi terhadap hukum sesuatu yang dicampuri alkohol tersebut.

Di bidang kimia, alkohol adalah nama kumpulan persenyawaan-persenyawaan organik bergolongan OH yang biasanya terikat kepada rantai yang bersifat paraffin. Ada juga etilalkohol yang disebut etanol, yaitu CH3, CH2, OH. Zat cair yang tak berwarna yang dapat menguap.

Dalam teknik, alkohol sangat banyak dipergunakan, baik sebagai bahan pelarut maupun sebagai bahan pangkal untuk sintesa-sintesa selanjutnya, dipergunakan juga dalam industri bahan obat-obatan dan makanan (minuman keras) juga dalam industri minyak wangi (eau de cologne).
Adapun spiritus, adalah larutan alkohol dalam air (kadar aikoholnya kira-kira 85%). Larutan ini dibubuhi sesuatu zat yang beracun misalnya methanol, supaya tak dapat digunakan untuk minuman-minuman keras. Untuk memanandainya, spiritus diberi warna biru.
Jadi pada hakekatnya alkohol dibuat untuk kepentingan industri dan pengobatan, namun bisa juga dijadikan minuman yang memabukan. Jika minuman dicampur alkohol lebih dari 19% maka dapat memabukan. Tetapi jika kurang, maka akan menyegarkan pada badan. Meski demikian, bagi orangvyang baru pertama minum minuman yang mengandung alkohol, meskipun hanya 5% tetap saja akan mabuk.
Alkohol dibuatnya dari larutan-larutan gula dengan peragian dan penyulingan. Alkohol ini berbagi macam derajat kemurniannya. Mula-mula pembuatan spiritus ini maksudnya untuk membuat berbagai minuman keras (kadar alkoholnya 19-50 %) kemudian diperlukan spiritus yang jauh lebih tinggi kadar alkoholnya (70-96 %) jadi bukan lagi untuk industri minuman keras.

Kebanyakan alkohol dibuat dari tebu, sebab tebu paling banyak mengandung alkohol. Disamping itu, tebu juga dapat digunakan untuk membuat gula dan petsin.
Sebagai bahan pangkal bagi pembuatan alkohol, spiritus antara lain di pakai juga:
1.  bahan bahan yang mengandung gula, seperti gula tebu, gula bit, melasa, pelbagai makanan;
2.  bahan-bahan yang banyak mengandung zat pati (amilum) kentang, jagung dan lain-lain
3.  umbi-umbi yang mengandung fruk tosa dan lignin
4.   bahan-bahan yang mengandung selulosa, seperti ampas-ampas kayu, yang diproses mempergunakan logam khusus.
Jelaslah pembuatan alkohol di tanah air kita adalah berasal dari benda-benda suci. Dan bukan benda najis. Di India orang-orang membuat alkohol dari kotoran sapi, berarti bahannya dari najis dan tidak suci.
Maka hukum suci atau tidaknya alkohol tergantung pembuatannya. Jika berasal dari bahan yang suci, maka alkohol hukumnya suci dan jika dari tahi sapi maka hukumnya najis.

Kata Tuan Guru KH.M. Syafi’i Hadzami -Rahimahullah rahmatal Abror­Kemungkinan para ulama yang berfatwa bahwa alkohol itu najis, untuk alkohol yang terbuat dari kotoran sapi.
Alkohol bukan arak, sebagaimana yang disangka orang, namun bila minuman dicampur alkohol maka dapat mengakibatkan mabuk. Maka minuman itu yang disebut arak.
Adapun hukum arak atau minuman keras, jelas najis, karena al Qur’an mensifatkan dengan kata “rijsun”. (lihat AI Qur’an Surat AI Maidah:90) Yang artinya najis. Sedang alkohol bukanlah minuman pada ‘uruf (Publik opini). Maka alkohol hukumnya sama seperti bahan-bahan yang dibuat minuman keras yaitu kurma dan anggur, yaitu sub, kecuali jika dibuat dari kotoran sapi maka hukumnya najis.
Alkohol adalah satu cairan yang ada manfa’atnya, tetapi bisa berbahaya bila salah menggunakannya.
Jika digunakan untuk keper!uan yang ada manfa’atnya, yang dianggap baik menurut syara rnaka alkohol itu halal, tidak termasuk najis. Namun, bila digunakan sebagai arak maka alkohol itu haram dan termasuk najis. dan jika alkohol itu digunakan sehingga menyebabkan kematian maka haram hukumnya.
Jika alkohol dicampurkan dengan obat-obatan/minuman yang tidak memabukkan , atau kosmetik yang tidak berbahaya maka hukumnya halal.
Jika parfum ingin semerbak baunya, maka boleh dicampur dengan alkohol karena alkohol bukan arak.
Sampai-sampai, meskipun arak yang sudah jelas haramnya, bila dicampurkan dengan obat dan tidak memabukkan serta dapat menyehatkan badan tentu menurut keterangan dokter yang tsiqoh (ahli), maka tetap hukumnya tidak haram. Sebagaimana diterangkan oleh imam Abdullah As Syarqowy : 
"Jika arak telah hancur (karena dicampurkan dengan obat) dengan tujuan untuk mengobati suatu penyakit. dengan pengertian sifat-sifat araknya sudah tidak tersisa Jagi maka tidak haram dipakainya. Hukum ini jika diketahui betul hilangnya sifat arak atau jika telah diterangkan oleh dokter yang adil (ahli)".

As Syeikh Dr. Ahmad As Syarbashi dalam kitabnya “Yas aluunaka fiddini wal hayat” jilid II hal. 30 menuliskan sebagai berikut: 
"Lembaga Fatwa di Al Azhar pernah ditanya seperti pertanyaan ini, maka dijawab, bahwa alkohol (spiritus) menurut yang dikatakan oleh banyak ulama bukanlah najis. Atas dasar ini, maka segala sesuatu yang dicampur alkhohol tidaklah terhukumi najis. dan pendapat ini yang aku pilih, karena dalilnya kuat dan karena menolak kesempitan yang lazim dengan mengatakan najisnya Alkohol".

Sabtu, 04 April 2015

WAHYU TERAKHIR KEPADARASULULLAH SAW


Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turunRasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata: 

"Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."
Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi makaRasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w.mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah s.a.w. pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril a.s.. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna." 
Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah s.a.w. itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita denganRasulullah s.a.w.. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda."

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah s.a.w.tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." ApabilaRasulullah s.a.w. mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah s.a.w.dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. SetelahRasulullah s.a.w. sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah s.a.w.melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "YaRasulullah s.a.w., Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?." Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepadaRasulullah s.a.w., 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda."Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah s.a.w. sengaja memukul kamu." KemudianRasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]."

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w.untuk mengambil tongkat beliau. "Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishashRasulullah s.a.w.?" Bilal ra. tidak menjawab pertanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepadaRasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishashRasulullah s.a.w. tetapi kamu qishashlah kami berdua." ApabilaRasulullah s.a.w. mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah s.w.t.telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w.oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishashRasulullah s.a.w." Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah s.a.w." Mendengar kata-kata cucunyaRasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah s.a.w. "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah berkata: "YaRasulullah s.a.w., anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. SetelahRasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuhRasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya yaRasulullah s.a.w., siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah s.w.t. dengan badan saya. Dan Allah s.w.t. menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu" Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankanRasulullah s.a.w. di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah s.a.w. makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah s.w.t. mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t.dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan mensolatkan aku ialah Allah s.w.t., kemudian yang akan mensolat aku ialah Jibril a.s., kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bersolat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah s.a.w. anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. bermula. Dalam bulan safarRasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumahRasulullah s.a.w.. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya Rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w.dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah s.a.w. danRasulullah s.a.w. berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah."

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah s.a.w.memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w.sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai solat subuh makaRasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Setelah berkata demikian maka Rasulullah s.a.w. pun pulang ke rumah beliau. KemudianAllah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah s.w.t. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumahRasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w.sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar olehRasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahawa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah, "Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah s.a.w.mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." KemudianRasulullah s.a.w. pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali." BerkataRasulullah s.a.w., "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w..

Apabila Rasulullah s.a.w. melihat kedatangan Jibril a.s. maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahawa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril a.s., "Ya aku tahu"Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t" Berkata Jibril a.s., "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." BerkataRasulullah s.a.w.: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril a.s., "Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud,"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."
Berkata Rasulullah s.a.w.: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah s.a.w.pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibrila.s. mengalihkan pandangan dariRasulullah s.a.w. apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril a.s. itu maka Rasulullah s.a.w.pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril a.s. berkata: "Wahai kekasihAllah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?" Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda,"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga solat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu."
Ali ra. berkata: "SesungguhnyaRasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabdaRasulullah s.a.w. bahawa: "Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnyaAllah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Lakukanlah Hal-hal yang Bermanfaat


‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu berkata:
Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya (niscaya) menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya.”
‘Umar bin Qais Al-Mula’i rahimahullahu berkata:
Sseorang melewati Luqman (Al-Hakim) di saat manusia berkerumun di sisinya. Orang tersebut berkata kepada Luqman: “Bukankah engkau dahulu budak bani Fulan?” Luqman menjawab: “Benar.”
Orang itu berkata lagi, “Engkau yang dulu menggembala (ternak) di sekitar gunung ini dan itu?” Luqman menjawab: “Benar.”
Orang itu bertanya lagi: “Lalu apa yang menyebabkanmu meraih kedudukan sebagaimana yang aku lihat ini?” Luqman menjawab: “Selalu jujur dalam berucap dan banyak berdiam dari perkara-perkara yang tiada berfaedah bagi diriku.
Abu ‘Ubaidah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu bahwasanya beliau berkata:
Termasuk tanda-tanda berpalingnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dari seorang hamba adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kesibukannya dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi dirinya.”
Sahl At-Tustari rahimahullahu berkata:
Barangsiapa (suka) berbicara mengenai permasalahan yang tidak ada manfaatnya niscaya diharamkan baginya kejujuran.”
Ma’ruf rahimahullahu berkata: “Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (untuknya).”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/290-294)

Ref : Kumpulan Permata Salaf www.asysyariah.com

Introspeksi Diri


Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:

“Sesungguhnya seorang mukmin adalah penanggung jawab atas dirinya, (karenanya hendaknya ia senantiasa) mengintrospeksi diri kerena Allah Subhanahu wa ta’ala semata.”

“Adalah hisab (perhitungan amal) di Yaumul Qiyamah nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang (terbiasa) mengintrospeksi diri mereka selama masih di dunia, dan sungguh hisab tersebut akan menjadi perkara yang sangat memberatkan bagi kaum yang menjadikan masalah ini sebagai sesuatu yang tidak diperhitungkan.”

“Sesungguhnya seorang mukmin (apabila) dikejutkan oleh sesuatu yang dikaguminya maka dia pun berbisik: ‘Demi Allah, sungguh aku benar-benar sangat menginginkanmu, dan sungguh kamulah yang sangat aku butuhkan. Akan tetapi demi Allah, tiada (alasan syar’i) yang dapat menyampaikanku kepadamu, maka menjauhlah dariku sejauh-jauhnya. Ada yang menghalangi antara aku denganmu’.”

“Dan (jika) tanpa sengaja dia melakukan sesuatu yang melampaui batas, segera dia kembalikan pada dirinya sendiri sembari berucap: ‘Apa yang aku maukan dengan ini semua, ada apa denganku dan dengan ini? Demi Allah, tidak ada udzur (alasan) bagiku untuk melakukannya, dan demi Allah aku tidak akan mengulangi lagi selama-lamanya, insya Allah’.”

“Sesungguhnya seorang mukmin adalah suatu kaum yang berpegang erat kepada Al Qur`an dan memaksa amalan-amalannya agar sesuai dengan Al Qur`an serta berpaling dari (hal-hal) yang dapat membinasakan diri mereka.”

“Sesungguhnya seorang mukmin di dunia ini bagaikan tawanan yang (selalu) berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak pernah merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah, karena dia mengetahui bahwa dirinya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.”

“Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasehat dari dalam dirinya sendiri. Dan mengintrospeksi diri merupakan perkara yang paling diutamakan.”

(Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 39, 40, 41)

KH. Muhammad Fakhruddin Al Bantani

Loading...