Tentang Kami :

Indahnya berbagi nasehat, demi hidup makin hidup bermanfaat....

Kami persembahkan kepada kalian Bunga "KEHIDUPAN" yang insya Allah bernilai benar, Indah, Harum dan sarat manfaat ini. Bunga ini dirangkai dari kembang2 Indah nan Harum yang kami petik dan kami rangkai dari TAMAN HIKMAH nan Indah yakni Taman "Islam Didaktika".

Taman Hikmah ini adalah salah satu amanah-Nya yang di sampaikan dan titipkan-Nya melalui Sang Pemelihara dan Perawat Taman, yakni Guru kami yang tercinta Al Ustadz KH. Muhammad Fakhruddin bin Shofyan Al Bantani.

Karenanya, duhai Sahabat DuMay yang baik. Apabila sahabat merasa Taman ini membawa Kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatan bagi kita bersama, maka baik kiranya kita do'a-kan untuk Admin sebagai sang pemelihara dan perawat Taman ini, agar selalu mendapat karunia pertolongan, keselamatan, dan kesejahteraan dari-Nya. Baik untuk kehidupan dunia, lebih2 akhirat kelak.

Semoga dengan demikian Taman Hikmah ini dapat selalu terjaga dan terpelihara, hingga dpt terus membagikan kembang2 kehidupan yg benar, baik lagi membawa manfaat bagi kita bersama.

Wallahu a'lam.

By _#Admin

Selasa, 17 Maret 2015

10 Maksiat Batin - Yakni maksiat Di Dalam hati.(Hidayatus salikin)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Segala puji bagi Allah tuhan yang selayaknya diagungkan tiada yang selainNya maha menguasai segenap seisi alam. Sekadar berbagi yang pada akhirnya adalah untuk  diri sendiri yang ini moga-moga telinga dan hati yang dekat mendengar dan memahami  dapat dijadikan manfaat memperbaiki diri yang telah jauh tersimpang dari fitrah insan yang sebenar-benarnya...

Kerap sadar atau tidak, kita pernah melakukan dosa pada Allah Swt dan para hambaNya, kerana sifat manusia itu sendiri mudah lupa dan cepat lalai sehingga terlepas dari kendali diri. Kalau bukan dosa besar mungkin dosa yang kecil atau dosa yang halus-halus kita lalai menyadarinya.
jadi kami bagi apa yang Hujjatul Islam Imam al-Ghazali rahimahullahuanhu pernah sebut didalam kitabnya “al-Arba’in fi Usuluddin” yang kemudian dipetik oleh Syeikh Abdus Samad Palembani didalam kitab “Hidayatus Salikin”. Mungkin akan ada kekeliruan penyampaian dan penulisan yang akan kami sampaikan. Karenanya, kami mohon maaf sebelumnya. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena semata kelalaian diri si murid yang keliru memahami ataupun menyampaikannya. Karenanya sebelum disampaikan, kami haturkan maaf dan persilah koreksi bilamana di temui penulisan/ penyampaian yang bermakna keliru ataupun tidak benar sama sekali. Semoga kedepan bila ada perkenanNya, berbagai kekurangan dapat kami sempurnakan dan perbaiki.

Sepuluh Maksiat yang batin  yakni maksiat Di Dalam hati.(Hidayatus salikin)
1)Syarahut Tha’am- yakni gemar kepada memperbanyakkan makan.(Hidayatus salikin)
Manusia yang di fikirannya, banyak dan kerap memikirkan makanan saja. Sekalipun itu dari makanan yang halal. Makan sampai memenuhi lambung perutnya, Sedangkan Sayyidina Rasulullah Saw pernah menyampaikan, yang maknanya ... Makanlah kalian sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Makanlah sekadar cukup untuk perut sendiri jangan sampai padat. Dan sebaik-baiknya cukup kadar untuk bertenaga untuk dapat tenang beribadah khushu, atau bertenaga untuk berkerja, atau konsentrasi untuk belajar. Atau untuk dapat menjalankan tugas dan aktifitas lainnya yang baik, yang tidak melanggar syariah. Wallahu a'lam


2)Syarahul-kalam- yakni gemar sangat memperbanyakkan perkataan. (Hidayatus salikin)
Muslim sebaiknya tidak terlampau banyak berbicara, baik berbicara yang tidak bermakna/ manfaat, terlebih-lebih berbicara yang buruk lagi dapat menyakiti sesama muslim. Seperti Fitnah, Gibah, atau yang sejenisnya. berbicaralah yang benar, baik, lagi bermanfaat. baik itu untuk urusan duniawi, lebih-lebih mengenai urusan agama yg dpat membawa keselamatan bersama di akhirat kelak. Berbicara atau menyampaikan sesuatu yang benar dan baik pun, ada ilmunya. Bahkan harus berdasarkan ke-ilmuan yang benar, bila mana hal itu terkait perihal Hukum dan Tuntunan. Tetapi sedikit berbicara, dinilai lebih menyelamatkan dari banyak bicara yang berpeluang pada kekeliruan terlebih keburukan. Wallahu a'lam

3)Ghadab-yakni marah
Sabda Nabi Sallalhualaiwasalam,  ‘orang yang kuat bukan terletak pada kuatnya dia tetapi orang yang mampu mengendalikan amarahnya’. Kalau kita baca hadis arbain imam Nawawi rahimahullahuanhu, ada hadis Rasulullah s.a.w mengingatkan umatnya dari sifat marah berulang-ulang  kali.

4)Hasad-yakni dengki-penyakit yang tersimpan dalam hati, kebiasaannya bertitik tolak dari rasa tidak senang dengan kesenangan orang lain.

5)Al-bukhlu wa hubbul-maal;bakhil dan cinta pada harta-yakni bersifat kikir, rakus dan sayang pada harta. Membawa berat dengan sedekah jariah, dan selalu merasa ingin memiliki berbagai hal. Hal tersebut berpeluang besar kufur akan nikmat. Sulit menumbuhkan sifat syukur dalam hatinya. 

6)Hubbul-jaah-yakni kasih akan kemegahan.Suka pada gelar, puji-pujian, jabatan tinggi menjadi impian yang lebih utama tanpa ada kaitan dengan Allah.

7)Hubbud dunya-yakni cinta dunia, sayang harta, sayang isteri-isteri dan anak-anak, rumah, kendaraan, jabatan tinggi, pangkat, dan puji-pujian. sayang isteri dan anak, serta segala hal kedunia-an tanpa meletak Allah dan Rasul-Nya sebagai keutamaan, hanya akan membawa kesengsaraan, kekecewaan, dan Celaka yang amat besar baginya kelak. Letakkanlah dunia hanya di genggaman, maknanya ia hanya persinggahan laksana halte atau hotel. Mengapa engkau bangun dan hiasi ia, sedang kelak ia akan engkau tinggalkan.


8)Takabbur- yakni membesarkan diri atau sombong. merasa lebih seperti, berharta, berilmu, berjabatan tinggi, berhasil sukses, berpangkat atau apa saja lebih dari orang lain, dan ia kerap melupakan adanya tangan-tangan/ kuasa Allah Swt, ia lengah akan sifat ke Maha Kuasa-an Nya Allah Swt. Hindarilah muslim dari sifat yang demikian ini.

9)Ujub-yakni rasa heran akan dirinya, dan rasa dalam hati telah menjadi hamba yang mulia/ soleh, sebab diri merasa banyak beramal ibadah, beramal kebajikan. ia lalai dan lengah bahwa ada Qudrat dan Iradat Nya Allah Swt, serta lupa atau tak mengerti akan Sifat-Sifat Allah Swt Yang Maha Besar lagi Agung.

10)Riya;- yakni senang akan puji-pujian, atau gelar ke-muliaan dari makhluk-mahluk Nya, supaya mendapat kemudahan dan kesenangan padanya. Beribadah bukan sepenuh hati mengharap ridho Nya Allah,ikhlas krna Allah, bukan kerana diri hamba Allah. ia merasa dan ingin menunjukkan kehebatan diri. Semua semata mengandung pengharapan kepada sesama mahluk Nya Allah Swt..




Walla hua’lam

Terima kasih atas kunjungan dan perkenannya memberi "g+ 1" pada blog ini, semata hal tersebut dapat memberi manfaat positif bagi blog ini dan bagi Saudara Muslim yang lainnya.

Serupa : 
Islam Didaktika: 10 Sifat Mahmudah: Sifat -Sifat Mahmudah (Terpuji) Yang Wajib di Miliki Seorang Muslim Oleh : Tuan Guru Al Ustadz KH. Muhammad Fakhruddin Bin Sufyan Al Bantani

Kisah Nyata Seorang Anak

Sahabat...inilah sebuah kisah nyata yg in sha Allah baik tuk renungan dan motivasi kita bersama...
Sahabat Nas rocha menyampaikan sebuah kisah nyata yg disampaikan oleh Khotib sholat Jumat di Graha CIMB Niaga jalan Sudirman. Semoga kisah ini dapat menjadi tambahan penerang bagi qolbu ke-imanan dan ke-taqwaan kita bersama.
Bermula pada seorang anak umur 10 tahun bernama Umar, ia adalah anak pengusaha sukses yang kaya-raya. Oleh ayahnya, ia disekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta demi memperoleh pendidikan terbaik di semua jenjang karena diharapkan kelak menjadi orang sukses yg mengikuti jejak sang ayah.
Suatu hari isterinya mengingatkan bahwa Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.
Lalu sang ayah terkejut dan menjawab pemberitahuan si isteri..
“Waduuuh...!! Saya sibuk, ma. Kamu sajalah yang datang..” jawabnya.
Baginya, acara semacam itu sangat tidak penting dibanding urusan bisnisnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, karena sudah kesekian kalinya si ayah tidak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedangkan anak-anak lain selalu didampingi ayahnya. Akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an sehingga tempat dudukpun memilih posisi paling belakang sementara para ayah lain (terutama yang muda-muda) justru berebut untuk bisa di depan agar bisa menyemangati anak mereka saat tampil di panggung.
Father’s day adalah acara dimana anak-anak saling unjuk kemampuan di depan ayah mereka.
Satu persatu anak-anak itu menampilkan bakat dan kebolehannya masing-masing. Ada yang menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim, ada pula yang memamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah-ayah mereka.
Tibalah sekarang giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya.
Lalu si Umar berkata...
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief?” tanya si Umar kepada gurunya.
Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.
”Oh boleh..” jawab gurunya. Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.
“Pak Arief, bisakah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)?” tanya Umar.
”Tentu saja boleh, nak...” jawab pak Arief.
“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah..”
Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan), dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram). Semua hadirin terpaku mendengarkan bacaan si Umar yang mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk di belakang.
”Stop. Kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9.” kata pak Arief.
Lalu Umarpun membaca ayat 9.
”Stop, coba sekarang baca ayat 21. Lalu ayat 33.” kata pak Arief.
“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir).” kata pak Arief lagi.
“Subhanallah… kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna, nak!” teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya. Para hadirin yang muslimpun tak kuasa menahan airmatanya.
”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman-temanmu unjuk kebolehan yang lain..?” tanya pak Arief.
"Begini, pak guru." sahut Umar. "Waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah 'Barangsiapa membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami
dipakaikan jubah ini?” Dijawab, ”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)
Pak guru, saya ingin mempersembahkan Jubah Kemuliaan kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.”
Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tersebut. Dan di tengah suasana hening itu, tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang menuju ke panggung.
“Allahu Akbar..!!”
Ayah Umar lari tergopoh-gopoh dan langsung menubruk anaknya, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.
”Ampuun, nak.. Maafkan ayah yang selama ini tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.
”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia, nak. Ternyata kamu malah memikirkan Kemuliaan ayah di akherat kelak. Ayah maluuu, nak..."
Subhanallah.....
Sahabat..., kita tentu sangat ingin memiliki putera-puteri dan keturunan yang soleh dan soleha. Karenanya sahabat, mari tuntut pribadi-pribadi kita selaku orang tua tuk mau memulai, lanjut dan meningkatkan, dan terus berupaya tuk selalu menjaga dan meningkatkan ke-imanan kita masing-masing. Sebab kita lah Guru dan Tauladan terdekat dan pertama yang di miliki putera-puteri kita.
Sahabat... Tak mudah mendidik anak di jaman sekarang ini, karenanya...
Ingatlah baik-baik tuntunan dan nasehat agama yg kerap disampaikan kpda kita.
Jagalah makanan yg engkau berikan kpda orang-orang terkasihmu...
Sabar dan kasihlah dalam mengoreksi dan menuntunnya..
Tuntutlah dirimu lebih dahulu, dan terus menerus tuk selalu menjaga dan berupaya meningkatkan ketaqwaan, dan memperbaiki kekeliruan serta kekurangan amaliah mu...
Sering dan keraplah memohon ampun padaNya... Bertaubat, sebab kita kadang suka terlengah...
Serta utama dari segalanya adalah, senantiasalah memohon perolongan dan petunjukNya.
Sudah yah khawatir melantur...
Jujur lebih tepatnya untuk nasehati diri ini, dan memotivasinya tuk terus berupaya..
Semoga Allah Swt me-Ridhoi kita bersama.. Amiin.

Senin, 16 Maret 2015

10 Sifat Mahmudah


Sifat -Sifat Mahmudah (Terpuji) Yang Wajib di Miliki Seorang Muslim
Oleh : Tuan Guru Al Ustadz KH. Muhammad Fakhruddin Bin Sufyan Al Bantani, SHi.

Salam Admin Posting : Segala kekurangan dan ketidak sempurnaan pada elemen dan posting-posting pada blog ini, semata bagian dari kekurang ahlian kami selaku admin, semoga seiring waktu dan berharap pertolonganNya. Selanjutnya blog ini dan segala yang ada di dalamnya, dapat kami sempurnakan dan berharap dapat memberi manfaat yang baik bagi kita bersama.

Sifat Mahmudah Ke.1 Taubat
Yaitu kembali daripada keburukan kepada kebaikan dengan beberapa syarat yang tertentu.
Firman Allah S.W.T. yang berarti :
” Dan mohonlah ampun kepada Allah , sesungguhnya ia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”.
(Surah Al – Muzammil – Ayat 20)
Syarat-syarat taubat:
  • Meninggalkan maksiat atau perkara dosa tersebut.
  • Menyesal atas maksiat atau dosa yang telah dilakukan.
  • Berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
  • Mengembalikan hak-hak makhluk yang dizalimi.
  • Mengerjakan perkara-perkara fardhu yang telah luput.
Beberapa faedah dan hikmah taubat iaitu:
  • Menghidupkan jiwa yang resah karena dosa.
  • Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Meningkatkan ketaqwaan diri.
  • Membenteras tipu-daya syaitan yang selama ini memerangkap manusia dengan berbuat dosa dan maksiat.
  • Memperolehi kemuliaan dan anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam hidup di dunia dan akhirat.

Sifat Mahmudah Ke.2 Khauf (Takut)
Khauf bererti takut akan Allah s.w.t., iaitu rasa gementar dan rasa gerun akan kekuatan dan kebesaran Allah s.w.t. serta takutkan kemurkaanNya dengan mengerjakan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya.
Firman Allah s.w.t. yang berarti : “Dan kepada Akulah ( Allah ) sahaja hendaklah kamu merasa gerun dan takut bukan kepada sesuatu yang lain”. ( Surah Al-Baqarah – Ayat 40 )

Sifat Mahmudah Ke.3 (Zuhud) 
Dunia adalah sebagai tempat berbuat kebaikan dan amal soleh untuk akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.

Sifat Mahmudah Ke.4 (Sabar)
* Yaitu menahan diri dari keluh kesah pada sesuatu yang tidak disukai.
* Sifat sabar perlu ketika menghadapi tiga perkara berikut:
  1. Menahan diri dari keluh kesah dan menahan diri dari mengadu kepada selain Allah subhanahu wata‘ala ketika tertimpa musibah atau bencana.
  2. Menahan diri dalam mengerjakan semua perintah Allah.
  3. Menahan diri dalam meninggalkan semua larangan Allah.
Sifat Mahmudah Ke. 5 (Syukur)
Yaitu mengaku dan memuji Allah atas nikmat yang diberi dan menggunakan segala nikmat itu untuk berbuat taat kepada Allah subhanahu wata‘ala.
 

Sifat Mahmudah Ke. 6 (Ikhlas) 
Sifat ikhlas ialah memfokuskan niat dalam setiap ibadah atau kerja dilakukan semata-mata karena Allah subhanahu wa ta’ala dan diqasadkan ( niat ) untuk menjunjung perintah semata-mata serta membersihkan hati dari dosa riya’ , ujub atau menginginkan pujian manusia.   

Sifat Mahmudah Ke. 7 (Tawakkal)
Yaitu menetapkan hati dan berserah kepada Allah atas segala hal, yakin bahwa Allah adalah yang mengadakan dan memerintahkan tiap-tiap sesuatu. Berserah kepada Allah hendaklah disertai dengan ikhtiar yang sempurna.

Sifat Mahmudah Ke. 8 (Mahabbah / Kasih Sayang)
Cintailah manusia dengan apa yang engkau cintai bagi dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi manusia yang paling adil. Dan Raihlah Cinta TerTinggi, yakni Cinta Nya dan Cinta mu Pada Nya Sang Pemilik Cinta Sejati.

Sifat Mahmudah Ke. 9 (Ridha)
Ridha akan segala ketetapan Allah.
 
Sifat Mahmudah Ke. 10 (Dzikrul Maut)
Senantiasa mengingat bahwa kematian itu pasti mendatangi masing-masing dari kita. Serta Mengingat-ingat Kematian Menyelamatkan mu Pada Kehidupan Dunia dan Akhirat.

Terima kasih atas kunjungan dan perkenannya memberi "g+ 1" pada blog ini, semata hal tersebut dapat memberi manfaat positif bagi blog ini dan bagi Saudara Muslim yang lainnya.

Minggu, 15 Maret 2015

Bacaan Shalat Jenazah

Sahabat...Walaupun kita jarang melaksanakan shalat jenazah, maka tak ada salahnya, melalui blog ini, Akan di tuliskan bacaan sholat jenazah dan artinya secara lengkap, baik dalam huruf arabnya maupun dalam transliterasinya. Karena sangat jarang dipakai, terkadang banyak orang yang lupa bacaan shalat jenazah tersebut terutama doa yang dibaca setelah takbir ke 3 dan ke 4. Oleh karenanya, mungkin dengan artikel ini, diharapkan bisa membantu mengingat kembali bacaan-bacaan tersebut.
Baiklah berikut ini bacaan sholat jenazah dan artinya yang di susun secara tertib.
Bacaan niat shalat jenazah
Niat shalat jenazah, boleh dilafadzkan bagi yang suka, bagi yang tidak suka, cukup dalam hati saja..
ﺍُﺻَﻠِّﻲ ﻋﻠﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟَﻤﻴّﺖِ ِﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ
Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala
Aku niat menshalatkan mayyit ini, karena Allah Ta'aala
Lafadz
ِﻫﺬﺍ ﺍﻟَﻤﻴّﺖِ  /haadzal mayyiti
diganti dengan
ﻫﺬﻩ ﺍﻟَﻤﻴّﺘِﺔ  /haadzihil mayyitati
jika mayatnya perempuan.
Bacaan setelah takbir pertama .
Setelah takbir pertama, bacaan yang dibaca adalah surat Al Fatihah. Menurut qoul ulama fiqih yang shahih, bacaan Fatihah dalam shalat jenazah tidak diawali dengan bacaan iftitah dan tidak disertai membaca surat pendek setelahnya, seperti halnya shalat pada umumnya. Namun disunatkan membaca ta'awwudz dahulu sebelum membaca Fatihah.
ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ
A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim
Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk
Lalu selanjutnya membaca surat Al Fatihah.
Bacaan setelah takbir ke dua.
Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi.
ﺃﻟﻠﻬﻢ ﺻَﻞِّ ﻋﻠﻲ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻲ ﺃﻝِ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻَﻠَﻴْﺖَ ﻋﻠﻲ
ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻲ ﺃﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﺑﺎﺭِﻙْ ﻋﻠﻲ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻲ ﺃﻝ ﻣﺤﻤﺪ
ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻲ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻲ ﺃﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺇﻧﻚ
ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ
Allaahumma shalli 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali
muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa
aali ibraahiima. Wa baarik 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali
muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa
aali ibraahiima. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.
“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada
Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau
umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada
Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji dan Maha Agung.”
Bacaan setelah takbir ke tiga
Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻪُ ﻭﺍﺭْﺣَﻤﻪُ ﻭﻋﺎﻓِﻪِ ﻭﺍﻋﻒُ ﻋﻨﻪ ﻭﺃَﻛْﺮِﻡْ ﻧُﺰﻭﻟَﻪُ ﻭﻭﺳِّﻊْ
ﻣَﺪﺧﻠَﻪُ ﻭﺍﻏْﺴِﻠْﻪُ ﺑِﻤﺎﺀٍ ﻭﺛَﻠْﺞ ﻭﺑَﺮَﺩٍ ﻭﻧَﻘِﻪِ ﻣﻦ ﺍﻟﺨَﻄﺎﻳﺎ ﻛﻤﺎ ﻳُﻨَﻘَﻲ
ﺍﻟﺜَﻮﺏُ ﺍﻷَﺑْﻴَﺾُ ﻣِﻦِ ﺍﻟﺪَﻧَﺲِ ﻭﺃَﺑْﺪِﻟْﻪُ ﺩﺍﺭًﺍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺭِﻩِ ﻭﺃَﻫْﻠًﺎ
ﺧَﻴْﺮﺍً ﻣﻦ ﺃﻫﻠِﻪِ ﻭَﺯَﻭْﺟًﺎ ﺧَﻴْﺮﺍً ﻣِﻦ ﺯَﻭْﺟِﻪِ ﻭَﻗِﻪِ ﻓِﺘْﻨَﺔَ ﺍﻟﻘَﺒْﺮِ ﻭﻋَﺬَﺍﺏَ
ﺍﻟﻨﺎﺭ
Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa
akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in
watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa
yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran
khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan
khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya,  lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran,
gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik,
gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik,
gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah
dari fitnah kubur dan siksa neraka.
Bacaan setelah takbir ke empat
Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :
ﺍﻟﻠﻬُﻢّ ﻻﺗَﺤﺮِﻣْﻨﺎ ﺃَﺟْﺮَﻩُ ﻭﻻﺗَﻔْﺘِﻨّﺎ ﺑَﻌﺪَﻩ
Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah
Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya,
dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.
Bacaan salam.
Setelah membaca doa takbir ke empat, bacala salam.
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
"Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga
untuk kalian semua"
Posting by :  Al Faqir Muhammad Luthfi Ali

KH. Muhammad Fakhruddin Al Bantani

Loading...