Senin, 15 Agustus 2011

ZUHUDNYA SANG KHALIFAH

 Abdullah bin Umar pulang dari Majlis Belajar Al Qur’an sambil menangis, ayahnya Khalifah Umar bin Khattab bertanya: Kenapa kamu menangis duhai anakku ?. Abdullah menjawab : teman-temanku di Majlis mentertawakan tambalan bajuku yah, kata salah seorang mereka, “Lihatlah pakaian putra khalifah, coba hitung ada berapa tambalannya ?.
Memang benar pakaian Abdullah tambalannya ada empat belas tempat. Ya sudah ! nanti ayah belikan yang baru.
Kemudian Umar mengirim surat kepada Bendahara Negara dan isi suratnya “Bendaharaku ! Tolong aku minjam uang (Cash Bon) sebesar empat dirham, nanti di awal bulan potong saja gajiku.
Setelah bendahara menerima dan membaca surat dari Umar,ia membalas suratnya,ia menanyakan dulu sebelum memberi pinjaman, isi suratnya “ Wahai Khalifah Umar !.Apakah tuan menjamin tuan akan hidup sampai akhir bulan, lalu apa yang akan tuan lakukan dengan uang negara jika tuan mati sementara uang itu masih dalam tanggungan tuan ?.
Setelah Umar membaca surat dari bendahara, ia menangis dan berkata kepada anaknya : Wahai anakku !. Kembali saja ke majlis, ayah tidak yakin hidup ayah sampai kapan, nanti saja kalau ayah sudah mendapatkan komisi (gaji), kita beli yang baru. (Thowiel)

 Sumber  : Misykaat Al Anwaar

Tidak ada komentar: